Laporan Acara Less Talk, More Spectacle

Bedah Buku dan Pemutaran Video Anarkis (15-18 Maret 2007)

outside

 outside

+ Bedah Buku Anarkisme:Perjalanan Sebuah Gerakan Perlawanan Karya Sean M. Sheehan, 15 Maret 07 – Auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM.

                   -  Pembicara: - Pamuji (Apokalips, Bandung)

- Robby Kurniawan (Penerjemah Buku, Marjin Kiri, Jakarta)

- Gunardi

Acara yang diorganisir oleh Affinitas ini dimaksudkan sebagai rangkaian kampanye wacana menuju aksi Mayday anti-otoritarian pada bulan Mei nanti. Peserta yang hadir dalam acara bedah buku ini sekitar tiga puluh orang, meliputi mahasiswa antropologi (yang kebetulan sedang mengadakan pertemuan nasional di UGM), mahasiswa umum dari beberapa universitas di Jogja, seorang dosen asing pada salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja, seniman, dan beberapa aktifis dan aktifis kampus. Salah satu alasan dari kurang massifnya peserta yang hadir dalam acara bedah buku ini adalah karena wacana Anarkisme sendiri masih kurang familiar bagi kebanyakan orang, termasuk kalangan akademisi. Kalaupun sedikit tahu, biasanya hanya sebatas tindakan rusuh atau paling banter sebagai filosofi yang anti terhadap kekuasaan. Alasan-alasan tentang bagaimana gerakan anarkis sendiri beroperasi, teramat jarang untuk dibedah. Selain bedah buku, acara ini dimeriahkan dengan adanya bazaar literatur dan video-video Anarkisme.

Robby Kurniawan, sebagai pengalih bahasa buku ini, tidak hanya menerangkan tentang pokok-pokok dari apa yang ditulis oleh Sean M. Sheehan dalam bukunya, lebih jauh lagi, ia juga menerangkan tentang sejarah dan pertentangan Anarkisme dengan faksi Sosialisme. Ia juga menerangkan tentang relevansi Anarkisme dalam wilayah-wilayah selain ekonomi-politik, seperti wilayah budaya ataupun seni. Sementara Pamuji dari kelompok anti-otoritarian Apokalips, menyajikan Anarkisme kontemporer beserta perlawanan-perlawanannya terhadap kapitalisme global (neo-liberalisme) di beberapa daerah, dengan melampaui prediksi dan pemikiran dari Anarkisme klasik. Selain itu, ia juga membicarakan tentang reinterpretasi terhadap pemikiran Karl Marx yang selama ini sering disamakan/diidentikkan dengan Bolshevikisme.

Acara bedah buku ini dimulai sekitar pukul 09.30 dengan beberapa sesi, termasuk sesi tanya jawab yang dimanfaatkan oleh para peserta untuk mendiskusikan Anarkisme dari apa yang ditulis Sean M. Sheehan maupun mendiskusikan tentang gerakan perlawanan kontemporer Anarkisme dan anti-otoritarian. Komunikasi antara pembicara dan peserta diskusi terbangun dengan baik. Hanya saja, kurang terjadi perdebatan yang sengit, yang biasanya terjadi di forum-forum diskusi gerakan perlawanan.

Berakhir pada pukul 11.30, diskusi ini tentu meninggalkan kesan kurang puas, karena memang dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendiskusikan Anarkisme—dan anti-otoritarian—apalagi dari hanya satu sumber buku. Dan terutama untuk mendiskusikan gerakan perlawanan menuju dunia yang berbeda dari dunia yang eksis hari ini—dengan tidak mereproduksi sisi-sisi kelam dalam wajah yang lain.

+ Pemutaran Video-Video Anarkis, 15-18 Maret 07 – Kinoki (Bukan Bioskop Bukan Coffeeshop).

Video-video yang diputar: - Anarchism In America

- Kulo Dhiko Sami

- The Anarchist

- V for Vendetta

- Can Dialectics Break Brick? (Girls of Kamare)

Berlokasi di Kinoki, sebuah tempat yang dalam salah satu newsletternya diklaim sebagai tempat publik dan gratis, video-video anarkis dipertontonkan bagi siapapun yang berminat. Khusus untuk acara ini, dekorasi Kinoki sedikit diintervensi dengan poster-poster agitasi dan propaganda yang dipublikasikan Affinitas, pun bendera-bendera merah hitam ala anarcho-communito. Hari pertama dibuka oleh Anarchism In America yang menceritakan gerak sejarah Anarkisme di Amerika. Setelahnya, video dokumenter tentang masyarakat Samin dijadikan penutup bagi pemutaran video anarkis di hari pertamanya.

Pemutaran video-video ini dilakukan setiap hari mulai pukul 19.30. Tersedia juga sebuah stand yang menyajikan literatur dan video-video anarkis—baik yang sedang dan akan diputar, maupun video-video lain koleksi Affinitas. Tidak semua dari pengunjung Kinoki yang menonton video yang ditayangkan (selain terdapat ruang menonton, di Kinoki juga terdapat ruang nongkrong dan bar), tapi hampir semua pengunjungnya menyempatkan diri untuk melihat-lihat apa yang disajikan di stand yang sengaja kami buat.

Hari-hari berikutnya berjalan hampir sama dengan hari pertama. Kecali hari terakhir—Minggu, 18 Maret—yang sepi penonton maupun pengunjung karena hujan deras melanda Jogja dari sore hingga tengah malam.

Epilog

Rangkaian acara yang diorganisir Affinitas ini merupakan kampanye wacana yang sengaja dibawa ke permukaan untuk menuju aksi Mayday anti-otoritarian bersama beberapa kolektif lain dari beberapa kota. Aksi Mayday ini akan mengambil tempat di Jakarta karena beberapa alasan. Selain sebagai kampanye wacana aksi, rangkaian acara ini diagendakan untuk membawa wacana Anarkisme pada banyak wilayah hidup, yang diharapkan mampu menjadi alternatif umum dari ketidakberesan hidup yang dikelola oleh kekuasaan yang mengalienasikan: negara dan kapitalisme. Kami berharap rangkaian acara ini dapat menjadi pemicu untuk diskusi-diskusi lanjutan yang berorientasi pada gerak menuju perayaan hidup secara keseluruhan tanpa menegasikan kekuatan nyata dari kehidupan harian yang membuat hasrat menjadi demikian banal dan membosankan. Kami sangat sadar bahwa ini hanya akan menjadi letupan kecil yang dengan mudahnya akan diredam oleh intensitas ilusi modal dan kekuasaan, tanpa kehadiran dan sambutan dari kawan-kawan sekalian untuk menggemakan perlawanan ke setiap celah yang belum dikuasai secara holistik oleh modal dan kekuasaan.

Terimakasih pada kawan-kawan yang membantu kami secara langsung maupun tak langsung, pada saat maupun sebelum dan setelah acara ini: Taring Padi, Kinoki, Dian Budaya, Apokalips, Marjinkiri, dan personal-personal yang masih mau merealisasikan mimpi untuk hidup yang lebih jujur dan adil—yang bagi banyak orang disebut utopis.

.: affinitas :.

e-mail: affinitas@riseup.net

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://xtanpahirarki.blogsome.com/2007/03/26/laporan-acara-less-talk-more-spectacle/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.